Di sebuah pantai Ende

Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan jalan-jalan di pantai Ende karena untuk dapat ke sana tidak terlalu jauh dari hotel tempat penginapan. Dengan jalan kakipun sebenarnya sudah dapat di tempuh, tapi mungkin karena saya masih takut jalan sendirian di daerah sini. Akhirnya saya berangkat dengan teman kerja mas George Mitty. Sampailah saya di pantai Ende, dengan tiket seharga Rp 1000,- kami sudah dapat menikmati pemandangan Pantai Selatan.

Cukup indah sekali pemandangan dari pinggiran pantai melihat ke arah Laut yang luas, dengan menoleh ke samping kita juga dapat menikmati sebuah bukit-bukit yang sangat menambah keindahan pantai Ende, suasana pedesaan yang bisa dikatakan masih belum banyak tercemar oleh wisatawan-wisatawan. Menikmati makanan khas kota Ende Pisang Sambal dan Ubi Sambal. mas George mengatakan bahwa Ubi kota Ende adalah Ubi yang sangat diminati sekali di kota Maumere, karena Ubi yang besar, bersih, dan gurih. Ada cerita juga bahwa Kopi khas kota Ende pembuatan nya masih sangat tradisional, mereka membuat dari biji biji kopi, kemudian ditumbuk hingga halus. Jika kita meminum segelas saja, mas George mengatakan kita tidak akan bisa tidur 1 malam, itu dikarenakan Ampas dari kopi hampir setengahnya dari Air… Waw, sangat membuat mata terjaga 24jam untuk para orang-orang yang suka begadang🙂

Tepat malam hari sekitar jam 19.00 kami pulang menuju ke penginapan untuk melanjutkan aktifitas kerja esok hari…

Pantai ENDE, pulau yang tidak akan pernah saya lupakan…

3 Desember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s